9.8.16

tes psikologi

Hallo, kali ini saya akan nulis tentang pengalaman ikut tes kepribadian.
kita mulai dari zaman SD dulu.

Tes Psikologi masa SD

Masa saat SD kelas 5 merupakan masa yang rawan, dimana anak-anak biasanya nakal, bandel, dan suka membantah. sebagai anak, aku juga pernah melalui masa rawan. walaupun kalau dibandingkan temen-temenku yang lain, masa SDku nggak rawan sama sekali.
aku termasuk anak yang nurut dan tertutup tapi disatu sisi aku juga ceria.
aku suka bercanda, suka menceritakan keluargaku, tapi aku tidak terlalu suka menceritakan kehidupan pribadiku yang sebenarnya. aku hanya menceritakan hal yang ada di permukaan.
banyak orang yang salah menilai aku dan hanya ada beberapa orang saja yang benar menilai aku, yaitu adikku dan 1 sahabatku.

awal aku ikut tes kepribadian itu sewaktu akhir kelas 5 SD. Saat itu aku kaget kenapa ada mobil masuk lapangan sekolah terus banyak mbak dan mas yang keluar dari mobil itu. ternyata mau ada tes psikologi.
hasil dari tes psikologi itu cukup memuaskan. aku mendapat IQ diatas rata-rata, dan EQ lebih tinggi pointnya dari IQ. temenku bilang "EQmu tinggi banget, tapi kan IQ yang dipakai, EQ enggak" dan aku cuma jawab "oh.. oke"
tapi di uraian penjelasannya ada sifat yang di bahkan aku nggak tau kalo itu ada di kepribadianku. sifat itu adalah pendendam dan pekerja keras.
pendendam? aku pendendam?
apa yang didendamkan oleh anak umur 5 SD?
pekerja keras? ibukku bahkan selalu bilang kalo aku anak pemalas. darimana aku punya sifat pekerja keras?

tapi hal ini terbukti waktu aku kelas 6 SD. saat itu aku dibilang sama ibuk "kamu liat itu anaknya bu Titik, udah cantik, di sekolah pinter, matematikanya 100, rajin bantu orang tua di rumah. nggak kayak kamu muales. kalo gini gimana kamu bisa masuk smp favorit? masuk smp 15 aja sana yang sebelah kuburan."
sebagai anak, aku sakit hati dibanding-bandingkan dengan anak lain. tapi aku memilih diam karena aku adalah anak. anak harus berbakti dan nggak boleh membantah.
aku diam memendam sampe akhirnya timbullah dendam "liat aja, nanti ujian nasional nilaiku bakal bisa lebih tinggi dari anaknya bu titik terus aku masuk SMP favorit"
beneran, gara-gara dendam itu, aku mulai benerja keras. aku hanya bermasalah di pelajaran matematika. sebelumnya, aku nggak bisa dapet lebih dari 70 walaupun udah belajar keras.
tapi kali ini berkat dendam kesumatku itu, nilaiku yang semula 70, bisa berangsur-angsur naik jadi 85, 95 lalu 100. akhirnya aku masuk SMP favorit di kotaku deh.
setelah itu dendamku lenyap karena tujuanku sudah tercapai.
benar, aku pendendam dan aku pekerja keras. mungkin juga benar aku memang pemalas seperti kata ibuk, karena aku belum punya tujuan untuk mencapai sesuatu.

Tes Psikologi masa SMP
masa SMP juga masa yang rawan. banyak dari temen-temenku yang udah mulai kelayapan keluar rumah sampe pulang malem, ada yang pacaran berlebihan, ada juga yang jadi anak Punk.
aku sendiri anak reguler, nggak pernah keluar rumah, nggak pernah pacaran dan nggak pernah berfikir untuk mengecewakan orang tua.
tes psikologi yang aku ikuti saat kelas 1 SMP ini hasilnya juga cukup memuaskan. aku mendapat IQ diatas rata-rata, dan EQ lebih tinggi pointnya dari IQ. nilai IQku meningkat 5 digit dari nilai IQku sewaktu SD kelas 5. tapi kali ini aku rahasiakan hasilku dari temen-temenku biar nggak dikomentarin.
tapi sekali lagi ada sifat yang ada di uraian penjelasa yang bahkan aku nggak tau kalo itu ada di kepribadianku. sifat itu adalah mandiri. nilainya tinggi banget lagi.
aku mikir, kan aku suka berteman, aku bahkan nggak bisa hidup tanpa teman. aku selalu butuh bantuan dimanapun aku berada. ibuku sendiri bilang "kamu itu udah besar tapi kok nggak mandiri. liat itu anaknya bu (aku lupa namanya lagi) dia dari kecil ditinggal bapaknya nikah lagi tapi dia bisa ngurusi ibunya. dia udah bisa kerja sendiri, udah bisa mandiri."
sekali lagi, kenapa ada sifat mandiri di tes ini?

tapi semua itu terbukti saat aku kelas 3 SMP. aku tiba-tiba banyak disuruh ikut lomba. lomba puisi, lomba karya ilmiah, bahkan olimpiade matematika (bayangin nih, dulu pas SD goblik banget kalo matematika, pas SMP ikut olimpiade. people can change!)
aku bingung harus memprioritaskan yang mana, karena tiga-tiganya penting dan kalo menang ya lumayan. aku mulai membuat jadwal untuk latihan. aku sampai pernah sakit hati sama orang gara-gara tugas karya ilmiahku diolokin gak bakal menang. tenyata gara-gara itu sifat mandiriku muncul. aku mulai bodo amat sama omongan buruk dari orang lain. aku bisa kok jalan tanpa bantuan kalian.
dan ternyata dari 3 lomba yang aku ikuti, tiga-tiganya lolos. yang lomba puisi udah dapet juara 2. tapi yang karya ilmiah dan olimpiade perjuangannya masih panjang soalnya mulai tingkat kota, tingkat jawa-timur, jawa-bali, terus nasional. panjang kan? nah, ditengahnya itu aku gugur. tapi aku nggak sedih kok. aku emang pengen ngurusin ujian nasionalku dulu.

Tes Psikologi masa SMA
menurutku tes psikologi di masa SMA ini penting banget karena menyangkut masa depan. hasil tesku memuaskan, aku dapet IQ superior. yang berbeda hanya tidak adanya kolom EQ. kenapa nggak kayak tes psikologi sebelumnya yang ada nilai EQ?
apa sih sebenernya EQ? kenapa banyak orang yang bilang itu nggak penting dan mereka lebih mengunggulkan IQ?
di tes tersebut aku disarankan masuk ke Teknik Sipil atau ke Pariwisata. gila jauh bener bedanya.
tapi setelah aku coba selama 3 tahun, aku nggak ada tertarik ke teknik sipil maupun pariwisata. aku anak rumahan, nggak suka jalan-jalan. setiap liburan aku dirumah aja sambil baca novel. kalo teknik sipil, aku lemah menggambar.
sampai akhirnya aku masuk kedokteran. aku tiba-tiba aja tertarik ke biologi dan kimia. entahlah, kayaknya agak error deh psikotes yang pas SMA.

saat itu juga aku coba ikut tes MBTI disini
dan ternyata aku tipe ISTJ. sebagian besar memang mirip sama kepribadianku. cuma memang aku percaya ada hal-hal yang belum aku ketahui, dan lewat tes ini alhamdulillah membantu aku mengetahui diriku sendiri.


Tes Psikologi masa kuliah
pas kuliah aku juga ikut tes psikologi. kebetulan waktu itu ada orang berlin yang dateng ke leipzig buat ngasih seminar tentang psikologi gitu dan ada tes psikologinya juga. disitu aku juga ikut tesnya online disini. see? aku bener-bener pengen tahu aku itu orangnya kayak gimana.
menurutku, tes ini menarik. Kita dikasih tahu saran pengembangan karakter, bagaimana cara memperlakukan karakter lain, dan bagaimana cara kita menyerap informasi sesua dengan karakter kita.
aku bisa dengan maksimal menyerap informasi dengan membaca. seperti tes sebelumnya, aku pendenda, pekerja keras dan mandiri. hal yang paling aneh adalah: disemua tes psikologi aku selalu dibilang pemimpin yang baik, pemimpin alami, pemimpin yang berkompeten.
entahlah, ketika di Jerman aku malah dibilang sama orang-orang nggak bersifat pemimpin wkwkwkwkwk mungkin karena aku suka bercanda kali ya.

Dari tes-tes yang sudah pernah aku kerjakan, aku mengambil kesimpulan bahwa tes psikologi ini membantu kita mengungkap sifat-sifat dan potensi yang sebenarnya ada dalam diri kita yang selama ini masih tersembunyi.
tapi pilihan tetep ada pada diri kita. contohnya aku punya sifat pendendam, tapi ternyata (karena aku anak baik :P) sifat pendendamku ini bukan berniat buruk kayak dukun gitu, tapi lebih ke: aku sebenernya marah ketika kamu bilang begitu, tapi aku nggak mau ribut. liat aja, aku buktikan ke kamu kalo aku nggak kayak yang kamu bilang.
mungkin itu kenapa EQku selalu lebih tinggi dari IQ. mungkin aku lebih bisa mengendalikan diri dan berfikir dulu sebelum bertindak. ya.. kalo menurutku EQ dan IQ penting. karena kalo pinter tapi emosional juga orang nggak bakal ngerti sama yang kamu bicarain. orang emosional kan omongannya kacau dan terkadang memaksa orang lain setuju sama omongannya. walaupun toh pinter, tapi sopan santun tetep nomor 1. tapi itu kembali ke masing-masing orang.
yang jelas manusia itu dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan apa yang dialaminya dan apa yang menginspirasinya. 

No comments:

Post a Comment