3.8.16

Indonesia

Kadang saya merasa rakyat Indonesia ini banyak yg kurang bersyukur.
Ketika Pak Habibie menjadi Presiden, baru 1,5 Tahun menjabat, beliau sudah didemo oleh banyak pihak untuk segera lengser dari jabatan. Alasannya karena Pak Habibie disinyalir melanjutkan rezim Soeharto.
Timor Leste-pun melepaskan diri dari Indonesia. 
Setelah pak Habibi lengser, saya mau bertanya ke kalian semua:
1. Apakah setelah itu prestasi Presiden Indonesia kian membaik? 
2. Apakah kondisi Timor Leste setelah melepaskan diri dari Indonesia semakin membaik?

jawabannya tidak juga.

kalian ini kurang bersyukur. Karena itulah Tuhan mengambil kenikmatan kalian.
semakin lama saya amati kok makin nggak mensyukuri nikmat aja.
kembali ke zaman pak Habibie. Beliau berhasil menurunkan Inflasi, memperkuat rupiah. Dan saat itu kebaikan beliau tidak terlihat karena kebencian kalian. kebencian karena terhasut oleh orang-orang yang otaknya kecil.
kalian sadar dengan prestasi pak Habibie setelah beliau tidak menjabat lagi sebagai presiden, dan berharap pak Habibie menjadi Presiden lagi.
what the hell do you want? -_-

bendera Indonesia


kita lihat situasi saat ini.
Saat Pemilu 2014, Pak Jokowi dan Pak Prabowo adalah kandidat Presiden. Ada pendukung kubu 1 dan ada kubu 2.
Selama sepengelihatan saya, para pendukung ini selain saling mengunggulkan pilihannya, tapi juga saling melemparkan hasutan. menurut saya ini wajar, karena kita ingin pemimpin terbaik untuk negeri tercinta ini. jadi hal tersebut adalah semata-mata untuk menunjukkan lebih dan kurangnya pemimpin yang akan kita pilih.

tapi yang saya anggap tidak wajar adalah, hasutan itu masih terlontarkan bahkan setelah Pak Jokowi menang dalam pemilu dan telah menjabat hingga sekarang.
anehnya, ada yang berkata "Jokowi bukan Presidenku, Prabowo adalah Presidenku"
Tidak bisakah kalian menerima kekalahan dan mengakui kemenangan seseorang?
akuilah bahwa lawan kalian memang lebih kompeten daripada orang yang kalian pilih, oleh karena itu dia dipilih oleh mayoritas penduduk Indonesia.
yang saya nggak habis pikir,  mereka menjelek-jelekkan Pak Jowowi seperti:
- Keturunan PKI
- Neneknya kristen (tanggapanku: kalau seandainya kristen emang kenapa?! gak boleh apa menganut kristen? sara bgt dah)
- Islam abangan
- Antek asing
- Presiden boneka (karena ada megawati)
dll

kalau kalian mengkritik kinerja pak Jokowi, contoh kritik dan saran itu seperti ini:
"Pak Jokowi, dulu sewaktu bapak masih mejadi walikota Solo, kebijakan bapak adalah: para Narapidana dibimbing dengan baik (khataman quran, hafalan surat, dll untuk muslim, untuk yg non muslim seperti diberi pelayanan) sehingga sewaktu kembali ke masyarakat, para narapidana ini bisa jadi manusia yang normal dan berprilaku baik. 
sebagaimana kita ketahui, hukuman mati itu melanggar HAM. walaupun para gembong narkoba itu memiliki link yang luas dan dikhawatirkan apabila mereka tidak dihukum mati maka akan tetap menyebarluaskan narkoba, pada dasarnya mendahului kehendak Tuhan dengan hukuman mati itu tidak benar. adakah option lain gitu selain hukuman mati? seperti adanya pendidikan karakter di penjara?"

gitu lho. kalian malah tak ajari.
kritik itu yang membangun! kalo bisa kasih saran juga. bukan malah:
"dari dulu aku tidak suka jokowi. antek aseng, kafir PKI"
"untung aku tidak memilih jokowi. apa jadinya indonesia jika dipimpin presiden boneka pesanan aseng keturunan PKI?"
itu namanya memfitnah sekaligus menghina. kalian yang beragama pasti takut karena dosanya double impact.

saya jadi teringat dengan zaman pak Habibie. fitnah itu benar-benar masuk ke otak kalian. Tidak bisakah kalian untuk bersyukur dengan pemimpin yang sudah dipilih oleh mayoritas penduduk Indonesia? 
Jokowi sudah menang, Jokowi sedang memimpin, Jokowi sedang berusaha keras untuk kalian. 
Jangan sampai kebencian kalian ini membuat kalian menyesal di kemudian hari, sama seperti dengan kasus Pak Habibie dulu.
saya nggak tahu apakah hal ini karena kurangnya pendidikan atau bagaimana, tapi kenapa banyak orang yang mudah terhasut dan menyebarkan berita yang aneh-aneh, tidak logis dan cenderung memfitnah?
saya suka membaca, dan mata saya sakit hati membacanya #elah

Berhentilah mempercayai hal-hal yang masih abu-abu. kalian dikaruniai otak yang sempurna, pergunakanlah dengan semaksimal mungkin. kalian dikelilingi oleh orang-orang yang berakhlak dan memiliki kedewasaan dalam berfikir, pergunakanlah kedewasaan dalam berfikir dan kesopanan kalian dalam berkomentar.

No comments:

Post a Comment