18.7.16

People change, things go wrong, shit happens but life goes on

masih teringat jelas adikku dengan wajah polosnya saat dia berumur 2 tahun. dia masih setinggi lututku. Adikku.. cepat sekali kamu tumbuh dan berkembang. sebagai kakak, aku menikmati setiap jengkal pertumbuhan dan perkembanganmu. kamu yang dulu lebih pendek dari aku, sekarang jauh lebih tinggi dari aku. kamu yang dulu pas SD nilainya paling jelek sekeluarga, ternyata bisa pinter dan bisa masuk SMA 1 Malang.

berawal dari adanya laki-laki dari SMAnya adikku yang lagi deket sama aku, aku jadi iseng buat nanya. kebetulan waktu itu kita lagi diem-dieman karena nggak ada topik.

"kamu kenal helmi nggak? adik kelasmu 2 tingkat"
"oalaah, tau. wih dia nakal banget. bandel. parah lah"
"itu adikku............."
"sumpah shin? kok beda banget sih sama kamu? sori shin.. sebenernya dia baik kok. nakal normal anak SMA lah hehe"
(dalem hati: elelelelele tak blacklist aja lah nih orang)

dari kejadian itu aku jadi makin kepo sama adikku sendiri. di rumah dia nggak nakal kok, malah berbakti banget ke ibuk. apalagi kalo ibuk lagi sedih dan nangis waktu keinget mbah putri yg udah nggak ada, helmi juga ikutan nangis. hatinya lemah lah pokoknya. mudah tersentuh.

hari itu adikku pulang sekolah. gara-gara aku nyium bau yang aneh dari bajunya, aku batuk-batuk sendiri

"mi, kamu ngerokok ya?"
"nggak mbak. apa seh mbak" -- langsung lari ke kamarnya di atas

hari minggu. bangun tidur aku mau ke kamar mandi. eh, kok bau-baunya sama ya kayak bau bajunya adik?

"mi kamu ngapain?"
"...." -silent-
"HEMEEEE!"
"apa sih mbak? aku lagi pakai celana tadi pipis"
"kamu ngerokok ya? hayo ngaku! tak bilangin bapak lho"
"enggak mbak. duh kepo!" -- langsung pergi ke kamarnya

setelah adikku ada di kamarnya, aku masuk ke kamar mandi dan menemukan satu puntung rokok di saluran air.

"dek, suatu saat kamu pasti tahu, mana temen yang baik dan mana temen yang nggak baik. semoga kamu dapet temen yang baik"
"iya mbak, kenapa mbak?"
"tak kasih tau, kamu harus hati-hati sama hal-hal yang kamu tahu nantinya bawa pengaruh buruk buat kamu"
"iya mbak"

beberapa bulan terakhir ini aku sering melihat foto kecilnya adikku. imut.
aku sebenernya sedih liat adikku yang sekarang. bibirnya gelap, kulitnya kusam.
kadang pengen gitu aku nyari orang yang mempengaruhi adikku buat ngerokok dan hal-hal busuk lainnya.
pengen aku lihat matanya dalam-dalam terus nanya "kenapa kamu ngubah adikku?"


"mi, waktu mbak shinta tahu kamu ngerokok, hal yang lain juga, mbak ngerasa gagal jadi kakak. mbak ngerasa nggak bisa jaga kamu mi. mbak nggak bisa ngasih tau kamu.."
"mbak nggak salah sama sekali. jangan mikir gitu mbak. mbak udah ngingatkan aku kok, tapi ini pilihanku. aku suka coba-coba banyak hal mbak. semakin dilarang aku semakin pengen nyoba...."

ketika adikku menceritakan ketika dia pengen berhenti ngerokok tapi gagal karena nggak kuat, aku sedih tapi udah bangga karena niatan adikku untuk berhenti.
dia bilang"aku pusing banget mbak, aku bingung. boleh nggak sebatang aja sehari?"
"aku ngerokok kalo lagi sumpek aja mbak"
"aku lagi nyoba berhenti mbak. aku udah ngurangi dikit-dikit mbak"

ketika kamu lihat bahwa hidupmu bener-bener bertolak belakang dengan hidup adikmu..
hidupmu teratur, sehat, tidak banyak masalah dengan orang lain, dan dilihat baik di masyarakat.
sedangkan adikmu benar-benar berbeda dari kamu.
pulang diatas jam 12 sambil kebut-kebutan, ngerokok, bolos sekolah, kena masalah di sekolah, diomongin tetangga, bikin bapak tiap hari marah-marah..

ya.. aku berusaha mengambil hal positif dari pubertas adikku ini.

adikku yang membuatku lebih toleransi pada orang lain. 
mungkin dulu aku pilih-pilih teman, kalo dia nggak baik menurut mataku, kenalan aja aku nggak mau. tapi waktu aku tahu adikku begitu, aku sadar kalo mereka juga manusia sama kayak adikku.
aku sayang adikku dan aku nggak mau mengklasifikasi kalian karena egoisku sendiri. aku juga nggak mau kan diklasifikasi orang lain?

adikku yang membuatku bersyukur karena aku punya prinsip yang kuat dan tidak mudah berubah karena lingkungan.
setiap manusia adalah kode. kode setiap orang itu berbeda, begitu juga kepribadian.
ada orang yang taat dan penurut seperti aku dan kakakku, yang bandelnya paling maksimal cuma cerewet seenaknya.
ada orang yang tidak suka diatur, suka mencoba hal baru seperti adikku, yang bandelnya tak terdefinisikan.
aku sadar, aku harus bersosialiasi dengan semua kalangan. karena aku merasa bersalah kalau aku nggak menerima orang yang seperti adikku.
dengan contoh adikku, yang mudah terbawa pergaulan dan mudah mencoba-coba segala hal, aku sadar kalo hal itu nggak cocok kalo diaplikasikan ke kepribadianku.
tetap bersosialisasi, tapi aku tetap pada prinsipku sendiri, tetep pada pribadiku sendiri. mereka ya mereka, aku ya aku.

adikku membuat aku belajar sabar dan yakin bahwa Allah pasti bisa membolak-balikkan hati manusia
jujur, aku nggak pernah memaksa adikku buat berubah. hanya aku percaya adikku pasti berubah entah kapan dan Allah pasti memberikan jalan entah dari mana dan melalui siapa.
Biarkan adik berubah tanpa paksaan, biarkan dia sendiri yang menemukan jalannya walaupun butuh waktu yang lama. Kalau adik butuh bantuan, mbak selalu ada kok.
semua butuh waktu, dan semua butuh kesabaran. setiap ujian dan cobaan adalah ladang pahala bagi yang mampu bersabar.
perubahan yang instan tidak akan bertahan lama.
aku selalu berdoa semoga adikku selalu dipertemukan oleh kebaikan.

"Jalan hidup adalah pilihan. Dalam kehidupan kita selalu dihadapkan pada pilihan yang berakhir pada ujung nasib yang berbeda-beda. Bertemu dengan teman, pasangan hidup, dan mengejar cita-cita. Sebuah peristiwa yang terkesan sederhana kadangkala menentukan nasib yang signifikan pada diri kita. Mungkin kita tidak tahu awal pertemuan dengan seseorang menjadikan kita begitu berbeda pada masa depan. Manusia bebas menentukan jalan hidupnya masing-masing.  Tidak ada jalan yang paling benar terhadap pilihan yang kita ambil. Seluruh opsi jalan memiliki konsekuensinya masing-masing.  Yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai setiap langkah kehidupan yang kita ambil."  https://fitrianp.wordpress.com/2010/07/08/mr-nobody-sinopsis/

No comments:

Post a Comment