20.10.14

ketika aku harus memutuskan

dulu, ketika aku diterima di universitas ini, aku mendengar banyak kabar miring tentang suasana kota yang tidak kondusif. selain setiap senin ada demo anti islam, kota ini juga terkenal dengan kriminalitasnya yang tinggi. hal tersebut yang membuat banyak anak indonesia yang baru lulus sma, yang baru mencari jati diri, jadi salah arah. mereka mengkonsumsi hal-hal yang sebenarnya useless. mereka punya talenta tapi pointless. hal tersebutlah yang membuat aku semakin pilih-pilih teman.
aku hanya berteman dengan orang yang baik-baik.
dan aku ingin secepatnya meninggalkan kota ini. setidaknya setaun saja aku disini, aku tidak mau lama-lama.

tapi semua itu berubah setelah aku sekitar setahun disini. aku bertemu dengan anak yang aku anggap nakal (mungkin karena dia bibirnya item, tukang ngerokok juga, minum juga) tapi ternyata dia baik banget. dan orang itu juga yang mengubah pandanganku selama ini. aku harus merangkul semua karakter, kepribadian dan ras. dia yang membuat aku toleransi. dia yang membuat aku percaya "don't judge someone by it's cover"
baru-baru ini aku tau kalau dia udah nggak pernah minum lagi. dia makin menarik karena dia udah mau ikut pengajian. oh my god. aku ikut senang dengan perubahan dia.

hari ini aku harus pindah kota. aku harus ninggalin kota ini karena aku udah diterima di tempat lain. aku seharusnya bahagia hari ini. aku seharusnya menikmati hari ini karena aku mau pindah kota. harusnya aku menulis "hore! akhirnya aku ninggalin kota hina dan rasis ini!!!! welcome kota baru yang freundlich!!!". tapi kenyataannya malah sebaliknya. aku sedih. aku merasa kehilangan.

akhirnya aku ikut perkumpulan WNI untuk terakhir kalinya. aku bertemu dia lagi dan kali ini dia berbeda. dia lebih bersinar dari biasanya. dia lebih ganteng dari biasanya. kenapa harus sekarang kamu terlihat begitu menarik dimataku? kenapa saat aku harus meninggalkan kota ini dalam waktu yang lumayan lama? beginikah cara Tuhan mengujiku dengan membuatmu begitu menarik? aku tidak ingin jatuh cinta saat ini, tapi kamu sudah membuat aku jatuh cinta. Maafkan aku ya Allah, aku harus jatuh cinta pada hambaMu dan itu juga yang membuat aku selalu memikirkan dia bahkan saat aku berdoa. aku jatuh cinta. aku jatuh cinta.

kembali ke realita. menuntut ilmu adalah wajib. aku harus hijrah dari sini. terima kasih kepada kota ini yang udah mempertemukan aku dengan dia. terima kasih kamu telah membuat aku toleransi kepada orang lain, kamu telah membukakan mataku dan pengetahuanku tentang keberagaman karakter dan ras. i love you. i really really love you. thank you for being my crush. wir sehen uns bestimmt wieder.... bestimmt, wenn unsere Schicksale gleich sind :)

No comments:

Post a Comment