21.4.17

high school memories

26 Maret 2017

seminggu berlalu, aku tidak yakin dengan keputusanku bahwa aku akan tetap menunggu pesannya. tiba-tiba siang itu hpku berbunyi dan diikuti pesan yang terpampang di layar

"eh hai shin.. apa kabar?"

ha? apakah ini nyata? pesanku dibalas! pesanku dibalas!
akupun langsung membalas pesannya dengan cepat. pesan yang aku tunggu selama ini. oh Tuhan terima kasih.
kamipun bernostalgia dengan masa sekolah kami. sampai akhirnya aku menanyakan, "fan, apakah kamu dulu pernah menyukaiku?"
dia menjawab, "kamu ingin jawaban jujur atau bohong?" akupun balik menjawab "kalau kamu bohong, aku bisa mencari lawan katanya. ah sudahlah aku sudah tau jawabannya. pasti tidak. ya sudah aku mau makan dulu ya hehe"
dia menutup perbincangan kami hari ini dengan "lah? ya sudah selamat makan."

bodoh. aku 100% bodoh dalam hal ini. kenapa tidak aku biarkan saja dia menjawabnya?
ah, belum tentu aku besok bisa mengobrol lagi dengan dia.

besoknya aku merasa bahwa aku malu mengirim pesan untuknya. ini akibat kebodohanku menanyakan itu. ah, dia pasti tidak ingin lagi mengobrol denganku. akupun melakukan kegiatan yang lain agar tidak melulu memikirkannya.

malam semakin dingin. kupandangi ponselku yang tidak berdenting. aku rindu, sungguh rindu.

"shin, sibuk ya?"

dia mengirimku pesan hari ini. aku tidak bisa menggambarkan kebahagiaanku saat itu.

"hai fan, enggak kok. ada apa?"
"engg nggak papa hehe"
"fan, maaf ya kemarin aku menanyakan hal yang aneh"
"nggak papa. kamu masih mau jawabannya?"
"boleh"
"hmm. ya, aku pernah"
"ha? serius? mulai kapan?"

kalau bisa aku menggambarkan perasaanku saat membaca kalimat "aku pernah", penggambaran itu akan menjadi masterpiece yang pernah aku buat seumur hidupku. aku masih tidak menyangka, bahwa orang yang aku cintai ternyata mencintaiku juga.

"sejak kelas 2 SMA. kamu yang memberiku tempat duduk saat aku pertama masuk kelas. kamu begitu baik kepada semua orang, sehingga akupun merasa jatuh cinta untuk pertama kalinya. belum pernah aku jatuh cinta sebelumnya dan aku tidak tahu cara menunjukkannya kepada kamu. aku meminta saran kepada temanku tentang cara mendekati gadis dan akupun berusaha mempraktikkannya sesegera mungkin. namun saat aku mulai berusaha mendekati kamu, ada orang lain yang juga menyukaimu. aku sempat menyerah, karena orang itu bukan orang yang sembarangan. dia ketua kelas, dia lebih beriman dan lebih pantas mendapatkan kamu. pantas saja dia menyukai kamu, karena kamu memang pantas disukai semua orang."

hatiku tersentuh setelah membacanya. jika saja dia tahu bawa aku juga selalu menyukai dia, tapi akupun juga tidak tahu cara menunjukkan rasa sukaku saat itu karena aku terlalu pemalu.

"fan.. kalau saja kamu tahu bahwa aku juga pernah menyukaimu ketika kelas 2, namun aku takut kamu tidak menyukaiku dan malah menolakku. aku hanya takut perasaanku bertepuk sebelah tangan. apalagi ketika teman-teman berkata bahwa sulit sekali untuk menghubungimu. akupun juga sulit sekali untuk mencari kontakmu. aku takut tidak akan bisa bersama kamu lagi fan"

"aku juga shin"

lalu kamipun terdiam sejenak dan diapun melanjutkan mengirim pesan padaku

"tapi sekarang kita sudah bertemu lagi"

ya, kita sekarang bertemu lagi. aku harap takdir kita akan sama fan.

2.4.17

high school memories

hallo semuanya!
rasanya udah lama banget saya ninggalin blog ini.
cerita kali ini agak mellow sih.. tapi saya soba bikin ceritanya semenarik mungkin

22 Maret 2017
tiba-tiba saja aku teringat pada laki-laki itu. aku tidak tahu apa yang mendorongku untuk harus mencarinya detik ini. untung saja aku sudah menyelesaikan semua ujianku di kuliah, sehingga waktuku masih senggang hingga bulan depan. itu artinya, aku bisa dengan leluasa mencarinya tanpa harus memperdulikan waktu.
aku mulai membuka profile Facebookku yang sudah lama usang. mataku langsung menuju lambang messenger karena aku ingat bahwa kami dulu sering chatting via Facebook.
aku gulir mouse-ku hingga aku bisa membaca percakapan awal kami.
aku membaca chatnya satu demi satu hingga tanggal terakhir kami chatting, yaitu 15 Oktober 2015.
seketika aku rindu sekali dengan dia dan aku pun memutuskan untuk menghubungi teman SMAku yang memiliki kontaknya.
namun belum sempat mendapat kontaknya, aku malah mendapatkan kisah sedih tentang keadaannya saat ini. aku pun sempat putus asa. aku kira aku tidak akan bertemu dengan dia lagi. terlebih saat temanku berkata bahwa dia sedang tidak mau dihubungi siapapun, bahkan olehnya.
aku lantas tetap meminta kontaknya walaupun temanku memberitahuku bahwa itu mungkin sudah tidak aktif lagi. aku tidak peduli pesanku dia balas atau tidak, alasanku adalah hanya ingin sekedar bersilaturahmi. sampai akhirnya temanku kasihan dan mau memberikan kontaknya kepadaku.
pesan pertama adalah "hallo fan!".
aku tidak berharap dia membalasnya. tidak, aku sebenarnya juga berharap. ah sudahlah, apa yang terjadi terjadilah.. 

5.10.16

hadeh

bentar lagi masa FSP untuk adik-adik kelas. saya keinget banget pas 2 minggu sebelum FSP saya belajar sampe nginep di perpustakaan supaya paling enggak saya punya 3 hari Ruhezeit sebelum FSP.
istilah hidup saya: tembak sampai berdarah-darah dahulu, bulletproof kemudian.
kehidupan studi saya di jerman penuh dengan liku-liku. dapet jelek udah kebal, nggak lulus ujian juga udah kebal. Ibu pernah bilang: nggak papa, jalani aja. mungkin Allah memberikan kamu ujian sedemikan rupa agar kamu punya waktu lebih untuk memperbaiki diri sendiri.
perlu diketahui: ketika saya dihadapkan oleh ujian, saya nggak pernah berfikir untuk menghindari masalah. masalah? ya dihadapi. kecuali kalo yang dihadapi itu preman, ya itu harus menghindar :D
bahkan kasarannya, saya gak pernah ada pikiran untuk pulang ke Indonesia walaupun saya tahu bakal nggak lulus ujian.
yang ada di pikiran saya saat itu: kalau Allah nggak ridha kamu disini, kenapa kamu bisa sampai di posisi ini? jangan putus asaaa!!! oke oke, apa yang salah dari saya? apa yang kurang? apa yang harus saya lakukan? berapa banyak waktu yang harus saya butuhkan? saya harus mulai dari mana?
kalau manusia terbiasa menghidari masalah, dia nggak tahu puas dan bahagianya menyelesaikan masalah yang selama ini memberatkannya. dan kalian tahu sendiri, setelah kuliah pun masih ada kehidupan. jangan kira kehidupan kerja lebih mudah dari kuliah. masalah itu akan selalu ada. dan masalah itu harus dihadapi.
selamat menjalani FSP untuk adik-adik yang menjalankan! selesaikan masalah yang harus kalian selesaikan! kalian pasti bisa!

22.8.16

the butterfly effect versi kehidupan aye

kata ibuk "pasangan sebenarnya itu ketika kamu dan dia sama-sama mencintai. itu anugerah. banyak orang menikah tapi karena terpaksa, satu sisi ada yang sangat mencintai, di sisi lain ada yang hanya menerima saja. tapi ketika kamu bertemu dengan orang yang kamu cintai dan dia juga mencintai kamu, insyaallah kalian akan saling mengerti dan bisa bekerja sama."

ibuk, aku udah nemuin dia. tapi waktunya nggak tepat. kenapa dia harus datang waktu aku sibuk dengan kuliahku? aku takut kalau tidak akan punya waktu untuk dia. aku takut kalau aku terlalu cuek seperti hubunganku yang dulu: aku jarang banget saling mengabari sampai akhirnya aku nggak tau masih sayang atau enggak sama dia. kita juga nggak pernah ketemu lagi. akhirnya putus. 

aku mau kali ini aku bisa menjalani hubungan yang lama, yang bisa saling mengerti. aku rasa mencintai aja belum cukup. aku harus obyektif sama karakternya dia juga. terkadang orang terlalu mencintai sampai mengorbankan kepribadiannya diubah sesuai dengan ekspektasi pasangannya. setelah putus? jadi krisis identitas, nggak nyaman dengan diri sendiri, kehilangan temen. aku nggak mau kayak gitu.  aku harus tahu, dia tipe orang seperti apa.

saat aku tahu dia semakin menarik dan aku pun mulai menerima kekurangannya, aku masih sedemikian takut dengan apa yang bisa aku lakukan kalo aku terlalu menerimanya? apakah aku obyektif? apakah saat ini perasaanku lebih besar daripada logikaku? kebanyakan hubungan tidak sehat adalah karena orang memaksakan harus sama "dia" walaupun tahu kalau karakternya itu bertolak belakang dengan dirinya. orang percaya bahwa, dia dapat dirubah seiring dengan berjalannya waktu. tapi efeknya apa? orang merubah kepribadiannya dan menjadikan dia krisis identitas. ketika dia sudah merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri dan kembali dengan kepribadiannya yang dulu, orang tentu akan meninggalkannya.
aku tidak mau meninggalkan maupun ditinggalkan. walaupun semua orang pasti meninggal.

keputusanku saat ini adalah, karena aku masih muda banget dan belum ada persiapan untuk menjalani hubungan serius, aku berusaha menjaga jarak dengan dia. walaupun pandanganku tidak bisa bohong karena aku selalu ngeliatin dia, tapi setidaknya aku udah berusaha. aku percaya bahwa jodoh akan datang saat aku bener-bener siap segala sesuatunya. aku percaya Allah selalu memberikan rezeki sesuai dengan waktunya dan aku tidak seharusnya khawatir untuk takut kehilangan sesuatu. mungkin ini ujian dari Allah, ketika aku milih dia dan kuliahku berantakan, atau ketika aku fokus kuliah dan berpuasa sambil memperbaiki diri sendiri. karena aku takut tidak ada jalan kembali ketika aku salah memilih nasib. Jatuh cinta memang berat, terkadang ujian, terkadang anugerah. kita tunggu aja, kalau aku sudah siap dan dia masih bisa ada buat aku, berarti takdir kita memang sama.